Minggu, 08 Juli 2018

Tingkat Kemiskinan di Indonesia Masih Tinggi


     Kesenjangan ekonomi, kemiskinan, dan adanya ketimpangan bagi kelompok yang memiliki pendapatan tinggi dengan kelompok yang memiliki pendapatan rendah merupakan hal yang umum ditemukan di Negara berkembang, termasuk Indonesia. Kemiskinan merupakan masalah yang kerap dihadapi di Indonesia dari tahun ke tahun.

     
Kemiskinan itu sendiri adalah tidak berharta benda. Miskin juga berarti tidak mampu mengimbangi tingkat kebutuhan hidup standard dan tingkat penghasilan dan ekonominya rendah. Secara singkat kemiskinan dapat didefenisikan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah yaitu adanya kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standard kehidupan yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.

     Tingkat kemiskinan di tahun 2018 ini merupakan tingkat kemiskinan dengan presentase terendah dari tahun, tahun sebelumnya. Dan pemerintah terus mengupayakan untuk menaikan perekonomian Negara agar tingkas kemiskinan terus berkurang.

     “September 2017 jumlah penduduk miskin di Indonesia sebesar 26,58 juta orang atau 10,12%. Turun 0,52% jika dibandingkan pada bulan Maret 2017, yaitu sebesar 27,77 juta orang. Juga berkurang dibanding September 2015 yang mencapai 11,13% dan 10,70% pada September 2016,” ungkap Presiden Jokowi Dodo

     Dari ungkapan tersebut dapat diketahui bahwa bulan januari lalu, angka kemiskinan perbulan sebtember 2017 angka kemiskinan di Indonesia adalah 10,12% menurun 1,01% dari September 2016. Data tersebut dihitung oleh BPS (Berdasarkan data Badan Pusat Statistik) Akan tetapi, jika dihitung berdasarkan standar Bank Dunia, jumlah orang miskin di Indonesia diperkirakan lebih banyak dari yang dirilis BPS. Pasalnya, dalam menghitung angka kemiskinan, BPS menggunakan garis kemiskinan sebesar Rp 387.160 per kapita per bulan.

     Sementara itu, garis kemiskinan Bank Dunia adalah sebesar USD 1,9 per hari, atau setara Rp 775.200 per bulan (kurs 13.600). Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengungkapan, jika diukur dengan standar Bank Dunia, maka angka kemiskinan bisa lebih dari dua kali lipat.


Penyebab kemiskinan itu sendiri adalah:

  1. Policy induces processes: proses pemiskinan yang dilestarikan, direproduksi melalui pelaksanaan suatu kebijakan (induced of policy) diantaranya adalah kebijakan antikemiskinan, tetapi realitanya justru melestarikan.
  2.  Socio-economic dualism: negara ekskoloni mengalami kemiskinan karena pola produksi kolonial, yaitu petani menjadi marjinal karena tanah yang paling subur dikuasai petani skala besar dan berorientasi ekspor.
  3. Population growth: perspektif yang didasari pada teori Malthus bahwa pertambahan penduduk seperti deret ukur sedang pertambahan pangan seperti deret hitung.
  4. Recources management and the environment: adanya unsur mismanagement sumber daya alam dan lingkungan, seperti manajemen pertanian yang asal tebang akan menurunkan produktivitas.
  5. Natural cycles and processes: kemiskinan terjadi karena siklus alam. Misalnya tinggal di lahan kritis, di mana lahan ini jika turun hujan akan terjadi banjir tetapi jika musim kemarau akan kekurangan air, sehingga tidak memungkinkan produktivitas yang maksimal dan terus-menerus.
  6. The marginalization of woman: peminggiran kaum perempuan karena perempuan masih dianggap sebagai golongan kelas kedua, sehingga akses dan penghargaan hasil kerja yang diberikan lebih rendah dari laki-laki.
  7. Cultural and ethnic factors: bekerjanya faktor budaya dan etnik yang memelihara kemiskinan. Misalnya, pola hidup konsumtif pada petani dan nelayan ketika panen raya, serta adat istiadat yang konsumtif saat upacara adat atau keagamaan.
  8. Explotative intermediation: keberadaan penolong yang menjadi penodong, seperti rentenir (lintah darat).




Mengatasi kemiskinan bukanlah hal yang mudah, maka dari itu pemerintah kerap merevisi kebijakan kebijkan yang sekiranya mampu mengatasi tingkat kemiskinan, diantaranya:
  1. Menggerakan sektor real melalui sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Program ini sangat efektif dalam mengatasi amsalah kemiskinan di Indonesia.
  2. Membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya untuk mengurangi jumlah pengangguran, sebagai salah satu faktor penyebab kemiskinan di Indonesia.
  3. Menghapuskan tindakan korupsi yang membuat berbagai layanan untuk masyarakat terhambat sehingga membuat masyarakat tidak bisa menerima haknya sebagai warna negara. Akibatnya, kemiskinan di Indonesia semakin berkembang.
  4. Meningkatkan program zakat yang akan membantu menumbuhkan pemerataan kesejahteraan sekaligus mengatasi kemiskinan di Indonesia di dalam masyarakat. Sehingga dapat mencegah kesenjangan sosial dan tingkat kekayaan.
  5. Menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok agar masyarakat memiliki kemampuan atau memiliki daya beli untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
  6. Menyediakan beasiswa bagi siswa miskin pada semua jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, hingga perguruan tinggi. Juga menjadi salah satu solusi mengatasi kemiskinan di Indonesia.
  7. Memberikan pelayanan rujukan bagi keluarga miskin secara gratis, tanpa biaya apa pun. Cara mengatasi kemiskinan di Indonesia di bidang kesehatan ini berupa adanya kartu jamkesmas.
  8. Mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk masyarakat tidak mampu agar memiliki bekal dalam terjun ke dunia kerja. Cara mengatasi kemiskinan di Indoensia ini sangat ampuh diberdayakan di seluruh pelosok Indonesia.
  9. Memberikan subsidi atau bantuan kepada masyarakat tidak mampu, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), subsidi BBM, pengobatan gratis, dan sebagainya. Namun, dalam pemberian bantuan ini sebaiknya memperhatikan kondisi masyarakat dan diberikan secara bijak. Jangan sampai cara mengatasi kemiskinan di Indonesia ini malah akan membuat masyarakat menjadi malas bekerja. Dan menggantungkan diri pada bantuan pemerintah tersebut.
  10. Memberikan dana alokasi umum (DAU) agar pemerintah daerah dapat membantu mengentaskan kemiskinan di Indonesia secara umum.
  11. Melakukan reformasi tanah untuk rakyat dengan menggalakkan program transmigrasi. Agar masyarakat memiliki tanah yang diolah secara mandiri untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
Jadi karena pemerintah sudah melakukan banyak upaya untuk mengatasi kemiskinan yang terjadi, ada baiknya sebagai warga tidak bergantumg sepenuhnya terhadap pemerintah, melainkan membantu pemerintah mewujudkan upaya-upaya yang sedang dijalani. Sebagai contoh, mungkin dengan SDA yang sangat banyak di Indonesi bisa digunakan untuk mata pencaharian, bekerja dengan giat, membeli barang buatan dalam negeri untuk membantu perekonomian di Indonesia.



Sabtu, 28 April 2018

Premanisme di Kota Besar


Pada jaman sekarang ini mungkin “Preman” bukan kata-kata yang asing lagi. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering kali mendengar kata preman dan saat mendengar kata itu yang terbayang pastilah seorang yang sangar, menyeramkan dan sebagainya. Tapi apa  preman itu sebenarnya?

Dasarnya, preman itu bukanlah criminal Preman adalah manusia merdeka. Kita seringkali mencampur adukkan istilah preman ini dengan pelaku kriminalitas, atau dengan pernjahat bermoral bejat.

Kata 'Preman' bukan kata asli Bahasa Indonesoa, kata  preman terbentuk dari dua kata yaitu pre dan man, atau dalam bahasa inggris artinya freeman alias orang yang bebas.

Lalu, apa itu premanisme?

Premanisme (berasal dari kata bahasa Belanda vrijman = orang bebas, merdeka dan isme = aliran) adalah sebutan yang sering digunakan untuk merujuk kepada kegiatan sekelompok orang yang mendapatkan penghasilannya terutama dari pemerasan kelompok masyarakat lain. sebutan  ini sebenarnya bertolak belakang dengan apa yang layaknya orang-orang tahu, karena kita terbiasa menyebut orang-orang yang seperti itu sebagai preman.

Fenomena premanisme di Indonesia mulai berkembang hingga sekarang pada saat ekonomi semakin sulit dan angka pengangguran semakin tinggi. Akibatnya kelompok masyarakat usia kerja mulai mencari cara untuk mendapatkan penghasilan, biasanya melalui pemerasan dalam bentuk penyediaan jasa yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Salah satu kota yang tingkat premanismenya tertinggi adalah Kota Jakarta. Kaarena Jakarta merupakan Ibu Kota dan banyak orang dari luar daerah merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib dan hidup berkeluarga disana. Hal tersebut menyebabkan persaingan untuk tetap bertahan hidup di kota besar semakin tinggi karena semakin banyaknya populasi.

Sebab tingginya persaingan di kota besar menyebabkan banyak orang menginginkan cara mudah dan cepat untuk mendapatkan uang, salah satunya menjadi orang yang menarik dana atau biasa disebut memalak orang lain, baik karena tempat yang ia pakai, daerah ataupun sebagainya. Atau orang tesebut biasa kita sebut sebagai preman.

Preman juga biasanya tidak bekerja sendirian, melainkan mempunyai kelompoknya masing-masing. Mereka saling koordinasi untuk menguasai ataupun melakukan yang mereka lakukan. Selain aksi pemalakan biasanya juga preman mempunyai orang-orang atau bisa disebut bawahannya, seperti pengamen, pengemis, gelandangan dsb. Mereka mengoperasikan gepeng dan pengamen sesuai wilayah.


Selain megoperasikan gepeng dan pengamen preman juga terkadang meminta uang kepada orang asing. Oleh karena kekhawatiran banyak orang tentang keberadaan preman. Pemerintah Kota Jakarta selatan rutin melakukan operasi yang dinamakan Operasi  Cipta Kondisi Dalam operasi yang digelar di 10 kecamatan di Jakarta Selatan itu, ada 47 preman, pengamen, dan pencuri yang ditangkap.